Menulis itu menyenangkan..
Menulis bukan hal yang mudah dan membutuhkan waktu lebih apalagi untuk yang sulit mengurai kata perkata, suasana hati yang tidak menentu, kadang mood kadang tidak, alat kerja yang tidak ada (notebook, laptop, komputer dsb) hingga bahan tulisan yang minim, adalah sejumlah alasan yang membuat sejumlah orang malas untuk menulis. Namun menulis merupakan suatu kegiatan yang sangat menyenangkan jika kita mampu menikmatinya dengan baik.
Menulis sebenarnya bukan hanya persoalan bakat semata, tapi juga menyangkut niat dan keinginan yang besar untuk belajar merekam sejarah dan pikiran kita sendiri. Menulis berasal dari kata dasar “Tulis“ yang berarti ada huruf (angka dsb) yg dibuat (digurat dsb) dengan pena (pensil, cat, dsb) (Sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia). Jadi secara sederhana, menulis dapat kita definisikan sebagai bentuk kegiatan membuat huruf dan angka dengan menggunakan media pena, pensil, kapur dan sebagainya.
Menulis telah menjadi kebutuhan mendasar bagi siapapun, bahkan bagi mereka yang tidak mengenal alat tulis sama sekali. Namun perihal cara menulis, alat yang digunakan dan dimana harus menulis, ini mungkin yang berbeda-beda. Intinya menulis itu adalah proses merekam ingatan (memory) kita, apapun yang kita lakukan dan dimanapun kita berada. Tanpa proses merekam melalui tulisan tersebut, maka kita praktis hanya akan bertumpu kepada ingatan yang cenderung terbatas dan sempit.
Sebenarnya kamu itu penulis lho...
Sebenarnya kamu adalah penulis. Ya, tanpa sadar membaca dan menulis menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharianmu. Bukankah kamu selalu menyempatkan diri update status entah di facebook, twitter, path maupun instagram?
Mulailah menulis yang bisa kamu tulis...
Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk bisa menyentuh hati orang lain yang entah ada dimana. Dunia tulis menulis merupakan ruang tak berbatas, jadi kamu boleh menulis apa saja. Kamu bisa menulis buah pikiran, jurnal, catatan perjalanan, maupun sekedar corat-coret ringan mengenai hari-harimu. Mulailah untuk menulis apapun yang kamu bisa tulis. Meskipun kamu tidak tahu harus menulis apa, tulis saja yang kamu tidak tahu itu. Apa saja.
Menulis perlu pembiasaan...
Jangan berpikir soal benar salah, baik buruk ataupun bobot dari apa yang akan kamu tulis. Namun yang terpenting adalah upaya kamu untuk menyentuh dan menggerakkan keyboard komputer atau keypad di smartphone kamu. Dengan demikian, secara tidak sadar, kamu sudah mulai dalam proses membiasakan diri untuk menulis sesuatu.
Setelah kamu sudah mulai terbiasa menulis, luangkan waktu kamu untuk menambah informasi dan wawasan kamu dari berbagai media seperti TV, Radio, Majalah, Koran, atau yang lebih mudah lagi manfaatkan gadget kamu buat baca baca info di forum media online. Lalu serapi yang udah kamu lihat, baca, dan dengar itu dan mulai menulis.
Yap... Ini adalah kutipan sastrawan Besar Pramoedya Ananta Toer.
Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian
Maka menuliskan kawan, buatlah sejarah kamu dengan tangan kamu sendiri.
Sumber : Herdiansyah Hamzah


0 Response to "Menulis Adalah Pekerjaan Untuk Keabadian"
Posting Komentar